Print
Berita Utama
Pengusaha rumah makan kerepotan
24-Mar-2008 12:45:42
DEPOK RAYA, MONDE: Masih tingginya harga beberapa sayuran dan kebutuhan pokok, seperti cabe dan minyak goreng, mengakibatkan sejumlah pengusaha rumah makan kelimpungan.
Pasalnya, pengeluaran untuk membeli bahan baku dagangan semakin tinggi. Sementara harga jual kepada konsumen tidak berubah. Akibat kenaikan harga-harga bahan baku itu, keuntungan yang diraih semakin tipis.Uni, salah seorang pemilik rumah makan Padang di Margonda, mengatakan kenaikan harga cabe sudah berlangsung dua minggu belakangan. “Tadi pagi saya beli cabe merah keriting harganya sudah Rp24.000 per kilogram. Padahal biasanya cuma Rp 14.000,” tutur Uni.

Kenaikan harga yang hampir 100% itu, kata Uni, cukup memukul usahanya.

“Apalagi sekarang harga minyak goreng juga masih tinggi, sekitar Rp 14.000 per kilogram. Otomatis modal membeli bahan kebutuhan pokok juga bertambah. Padahal harga jual kepada konsumen tidak naik,” katanya.

Harga kebutuhan pokok lain yang juga masih tinggi menurut dia, adalah telur. “Sekarang harganya mencapai Rp 12.000 per kilogram. Biasanya nggak pernah di atas Rp 10.000,” ujar Uni.

Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok ini. “Saya nggak berani menaikkan harga dagangan. Soalnya yang biasa makan di sini kebanyakan langganan tetap. Takutnya mereka pada nggak mau lagi ke sini kalau harga di sini juga dinaikkan,” kata Uni, yang mengaku lebih memilih untung tipis dibandingkan kehilangan pelanggan.

Hal senada diakui Ridwan, pemilik rumah makan Padang di Depok Tengah. Dia mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok dalam dua minggu belakangan cukup memukul usaha rumah makan yang sudah dirintisnya 12 tahun.

“Saya nggak mungkin menaikkan harga. Lebih nggak mungkin lagi kalau menurunkan kualitas masakan. Lebih baik mendapat keuntungan secukupnya daripada konsumen lari ke tempat lain,” tuturnya.

Sayuran Sejumlah rumah makan Padang di sejumlah tempat di Depok juga mengaku repot akibat harga-harga bahan baku yang terus naik.

Dalam pantauan Monde di beberapa pasar tradisional, harga kebutuhan pokok dan sayuran tinggi. Di Pasar Agung Sukmajaya, harga cabe merah keriting masih bertahan di angka Rp 24.000 per kilogram. Sementara itu harga cabe rawit merah juga berkisar di angka Rp 30.000 per kilogram.

Harga minyak goreng curah belum beranjak dari kenaikan minggu lalu, yakni antara Rp14.000-Rp14.500 per kg. Tak beda jauh dengan harga telur yang berkisar Rp12.500 per kg.

Harga minyak goreng dalam kemasan pun berangsur naik, dari Rp 12.000 menjadi Rp14.000 per liter.

“Cabe merah keriting dan cabe rawit hijau ikut naik harganya. Kurang lebih Rp6.000-Rp8000 kenaikan per kg-nya. Dua hari lalu cabe merah keriting sempat tidak ada stok, baru hari ini (kemarin-red) ada, harganya langsung mahal banget,” ujar Sony pedagang di Pasar Kemirimuka.

Di Pasar kemirimuka, selain harga cabe masih terbilang mahal, harga tomat masih di angka Rp4.000-Rp5.000 per kg. Harga bawang merah sudah turun Rp1.000, setelah minggu lalu mencapai Rp16.000. Sedangkan bawang putih masih stabil di harga Rp4.000. Kentang dan buncis masih dijual dengan harga stabil, yakni Rp4.000 dan Rp5.000.

“Kalau masih musim hujan harga sayuran turun naik. Kalau pasok sudah stabil dan tidak terkendala hujan lagi harga akan kembali normal,” jelas Sutarno, pedagang di Depok Jaya.

Di pasar ini, harga sayuran tak jauh berbeda. Harga cabe merah keriting Rp23.000 per kg dari harga semula Rp16.000, bawang merah dan bawang putih masih dalam hitungan stabil, masing-masing Rp15.000 dan Rp6.000.

Jenis sayuran lain seperti tomat masih Rp4.000, buncis Rp7.000. Sedangkan cabe rawit merah dan cabe rawit hijau berharga Rp35.000 dan Rp25.000.
online berita: Pengusaha rumah makan kerepotan