Print
Ajang Duit
Harga elpiji 3 kg Rp17.000/tabung
27-Ags-2008 08:50:43
DEPOK, MONDE: Sejumlah pedagang yang ditemui Monde mengaku menaikkan harga produk makanan antara Rp5.00 hingga Rp1.000. Mereka mengaku harga gas 3 kg juga ikut terkerek naik akibat kenaikan elpiji 12 kg tersebut.
Ani, pemilik warung nasi di Pondok Cina mengaku terpaksa menaikkan harga makanannya karena harga elpiji serta kebutuhan pokok lainnya terus meroket.

“Kalau tetap bertahan di harga lama, kami merugi sehingga terpaksa kami menaikkan harga.”

Pedagang yang memiliki lima anak ini menyalahkan pemerintah yang selalu mengeluarkan kebijakan tak merakyat.

“Coba bayangkan ada saja harga kebutuhan yang naik terutama kebutuhan pokok, saat ini harga elpiji ukuran 12 kg juga naik,” kata Ani.

Dia tidak menyangka harga elpiji akan mengalami kenaikan secara drastis sehingga seakan -akan penderitaan rakyat datang secara bertubi-tubi. “Beberapa bulan lalu pemerintah menaikkan harga BBM, sekarang elpiji,” katanya.

Yang lebih menyesakkan lagi dalam jangka waktu dua bulan harga elpiji ukuran 12 kg naik lebih dari 50%. Tiga bulan yang lalu harga elipiji masih Rp51.000 akan tetapi saat ini telah mencapai Rp78.000.

Hal serupa juga dikatakan Tori, penjual gorengan yang kini seharga Rp5.00 per potong. “Dulu sebelum semua harga naik saya masih berani menjual tiga gorengan dengan harga Rp1.000, sekarang tidak berani lagi,” kata Tori.

Walau tidak menggunakan elpiji ukuran 12 kg tetapi ini semua dampak kenaikkan harga BBM. Setelah subsidi minyak dicabut, kini dia menggunakan tabung gas ukuran 3 kg dengan harga Rp17.000 per tabung.

Tori mengaku kendati harga elpiji 3 kg tidak naik, namun akibat kebijakan Pertamina yang menaikkan elpiji berat 12 kg, kini harga elpiji berat 3 kg ikut naik menjadi Rp17.000 per tabung, padahal sebelumnya hanya Rp15.000 per tabung.

Sementara itu keluhan terkait kenaikan harga elpiji juga datang dari pengguna di tingkat rumah tangga. Beberapa warga mengeluhkan harga elpiji 12 kg yang di tingkat eceran harganya mencapai Rp82.000 per tabung.

“Harus ada pengawasan dari pemerintah terkait hal tersebut. Para pedagang menaikkan harga seenaknya karena warga tidak memiliki pilihan lain,” ujar Nurul warga Abadijaya.

Ketua Hiswanamigas Yahman Setiawan mengakui kendati tidak ada kebijakan menaikkan harga gas elpiji berat 3 kg dari Pertamina, namun biaya distribusi gas di Depok saat ini ikut melambung.

Dia memperkirakan harga gas 3 kg di tingkat pengecer bisa menembus Rp16.000 per tabung.

”Agen melepas ke sub-agen Rp12.500 per tabung, agen menjual ke pengecer Rp13.500 per tabung dan pengecer menjual Rp16.000 per tabung,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan satu-satunya SPPBE di daerah ini tidak mampu melayani kebutuhan gas di Depok, sebagian Jakarta Selatan, Tangerang dan Bogor. “Pasokan gas di Depok bakal parah setelah subdisi minyak di Bogor 100% dicabut.”(mas/van/aji)
online berita: Harga elpiji 3 kg Rp17.000/tabung