![]() | |
Print | |
| Ajang Duit | |
| Belimbing Depok bakal diekspor | |
| 16-Mei-2008 13:8:59 | |
| BALAIKOTA, MONDE: Marketing Manager Pusat (Puskop) Pemasaran Belimbing Dewa Kota Depok Heru Prabowo menargetkan dapat mengekspor produk khas Kota Depok itu ke Asean. | |
| Hal itu dilakukan mengingat saat panen raya, pasar lokal cukup kewalahan menyerapnya. Sejumlah negara seperti Arab dan Brunei merupakan pangsa potensial untuk dijadikan negara tujuan ekspor. Menurut dia, dagingnya yang tebal, rasanya yang manis dan warna buahnya yang ranum, dan kemasan yang cantik merupakan ciri khas sehingga buah ini berpeluang menembus pasar internasional. Puskop saat ini mampu memasok sedikitnya 12 ton belimbing per pekan. Sejumlah ritail, supermarket, suplier, toko buah hingga UKM yang mengolah belimbing menjadi pangsa pasar Puskop Bintang Dewa tersebut. Tidak hanya itu, pemasaran Belimbing Dewa di bawah naungan Puskopnya berencana akan melebarkan sayap dengan melakukan ekspor ke sejumlah negara sahabat. Heru menjelaskan pihaknya ingin menjadikan buah lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Belimbing Dewa, merupakan salah satu buah yang kini dijadikan Ikon Kota Depok. Komoditas ini terus dikembangkan sampai menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Saya melihat 70% pasar buah di negeri mulai dari jeruk mandarin, durian, apel dan sejumlah buah lainya masih dikuasai buah impor. Kalaulah ada buah lokal paling banter pepaya, melon, semangka dan buah musiman,” tuturnya, kemarin. Menurut dia, sudah saatnya buah lokal seperti Belimbing Dewa mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Industrialisasi Tak sedikitnya pohon belimbing yang tumbuh subur di Depok, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) di bawah pemerintahan Walikota Nur Mahmudi Ismail memilihnya sebagai ikon kota. Data Dinas Pertanian Kota Depok menyebutkan hingga saat ini setidaknya tercatat 713 petani yang tergabung dalam 25 kelompok petani, sedangkan potensi lahan yang digarap mencapai 24.000-25.000 hektare dengan asumsi 250 pohon per ha. Guna perluasan pasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana bergeser ke industrialisasi belimbing pada tahun ini, setelah sebelumnya pengolahan hanya pada tingkat UKM (home industry). Hal itu dituturkan oleh Ani Nurani, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Depok. Guna mendukung program industrialisasi belimbing itu, Pemkot mengajukan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp1,8 miliar. Dengan didukung berdirinya pabrik pengolahan, maka diharapkan belimbing yang melimpah saat datangnya panen raya, akan terolah secara optimal. Kondisi buah segar yang cepat membusuk, bakal awet jika diubah menjadi makanan olahan.Ani menuturkan, dalam pantauannya dari sedikitnya 200 petani belimbing, dapat menghasilkan 30 hingga 40 ton ketika panen raya. Menurut dia, dibangunnya pabrik olahan belimbing yang diprediksi mampu mengolah 300 kilogram per hari diharapkan mampu menyerap belimbing saat panen raya.(ina) | |
| online berita: Belimbing Depok bakal diekspor | |