Print
Ajang Duit
Sosialisasikan penarikan minyak tanah bersubsidi
24-Mar-2008 13:9:46
JAKARTA, Monde: Rencana penarikan minyak tanah bersubsidi oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi harus dibarengi dengan sosialisasi atas program konversi penggunaan bahan bakar minyak tanah menjadi gas elpiji.
Pasalnya, terdengar laporan, sebagian masyarakat telah menjual tabung gas yang mereka terima dari program konversi energi tersebut. “Ketika minyak tanah tidak ada di pasaran, masyarakat harus bisa menggunakan elpiji yang aman. Sehingga perlu sosialisasi,” kata pengamat perminyakan Kurtubi, di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, banyak sekali keuntungan dengan konversi energi ini, seperti bagi masyarakat bisa mendapat bahan bakar yang jauh lebih bersih dan praktis. Sedangkan pemerintah bisa menghemat subsidi yang dikeluarkan untuk minyak tanah tersebut.

Menghemat

“Ini kan dua-duanya untung. Masyarakat bisa punya dapur bersih karena tidak hitam, dan pemerintah bisa menghemat APBN yang digunakan untuk subsidi minyak tanah tersebut,” katanya.

Dia juga menjelaskan, penarikan minyak tanah bersubsidi yang dilakukan di Jabodetabek sudah tepat. Sebab, daerah itu telah menerima kompor dan tabung gas yang telah dibagikan pemerintah.

“Jadi, pencabutan minyak tanah langkah baik bagi pemerintah. Asalkan masyarakat benar-benar telah menerima kompor dan tabung gas,” tegasnya.

Sehingga, jika ada satu kecamatan yang pembagian kompor dan tabung gasnya belum merata, hendaknya Pertamina tidak menarik minyak tanah bersubsidi di daerah itu.
online berita: Sosialisasikan penarikan minyak tanah bersubsidi